Makassar di Yaman, Rumah Warga Diserang Petugas
Di tengah hiruk-pikuk berita konflik dan kekuasaan di Yaman, muncul satu nama yang mungkin mengejutkan banyak orang: Makassar. Nama ini identik dengan kota besar di Indonesia, tapi ternyata ada daerah bernama serupa di Yaman, tepatnya di Distrik Khor Maksar, Aden.
Khor Maksar (مكسر) selama ini dikenal sebagai salah satu basis administratif dan pelabuhan penting di Aden. Distrik ini memiliki peran strategis karena menjadi jalur transportasi utama dan pusat aktivitas ekonomi. Namun belakangan, nama Makassar di Yaman menjadi viral karena insiden serius yang menimpa seorang warga lansia.
Warga tersebut, Fadl Ahmad Rajah Al-Harbi Al-Yafai, menjadi korban pembobolan rumah oleh seorang pejabat senior keamanan Aden yang bernama Hasim Mohammed Moqbal Al-Jahafi Al-Dali'i, yang tergabung dalam Dewan Transisi Selatan. Peristiwa ini memicu kemarahan masyarakat dan menimbulkan keprihatinan luas.
Menurut sumber-sumber lokal, masalah ini bermula ketika Al-Dhalai'i ingin mendirikan pompa bensin di tanah milik Fadl Ahmad. Meski tanah itu jelas milik warga, Al-Dhalai'i menggunakan pengaruh jabatannya untuk mengambil keputusan sepihak, tanpa izin resmi dan tanpa ada tindakan hukum yang menindaklanjuti.
Warga yang merasa dirugikan, Fati Yafai, beberapa kali mengajukan permintaan agar kasus ini dibawa ke pengadilan. Namun permintaan tersebut ditolak, meski ada dokumen resmi dari sheriff Khor Maksar dan Gubernur Aden yang memerintahkan penghentian pembangunan dan pembongkaran stasiun tersebut.
Peringatan warga terkait bahaya mendirikan pompa bensin di dekat rumahnya pun diabaikan. Hal ini menimbulkan ketegangan karena berada di lingkungan perumahan yang seharusnya aman. Selain itu, adanya pelanggaran terhadap keputusan resmi memperlihatkan lemahnya penegakan hukum di daerah tersebut.
Pada suatu sore, Al-Dhalai'i datang ke lokasi dengan membawa peralatan konstruksi dan batu bata. Ketika pemilik tanah menolak, ia membawa sejumlah orang bersenjata dan bahkan melibatkan polisi Khor Maksar melalui mobil pribadinya. Situasi ini membuat warga takut dan panik.
Video yang tersebar menunjukkan rumah warga dibobol, kesuciannya dilanggar, dan anggota keluarga diintimidasi. Warga lansia tersebut dipukul, ditampar, dan mengalami cedera pada kaki saat diculik sementara beberapa anggota keluarga menyaksikan kejadian itu dengan ketakutan.
Insiden ini menunjukkan kompleksnya masalah kekuasaan di Yaman Selatan, di mana pejabat dengan pengaruh dan jaringan kuat bisa bertindak semaunya, sementara warga yang mempertahankan haknya terancam keselamatan dan tanahnya dirampas.
Kasus ini juga menyoroti lemahnya perlindungan hukum di daerah-daerah strategis seperti Khor Maksar. Tanah milik warga bisa diambil alih secara ilegal tanpa adanya mekanisme hukum yang efektif untuk menegakkan hak warga.
Masyarakat lokal dan pengamat menilai insiden ini sebagai contoh nyata bagaimana kekuasaan dapat disalahgunakan di tengah kondisi politik yang tidak stabil. Warga yang seharusnya dilindungi hukum justru menjadi korban intimidasi dan kekerasan.
Pihak berwenang melalui platform berita lokal menekankan pentingnya keadilan dan penegakan hukum. Mereka mendesak agar tanah warga dikembalikan, para pelaku diadili, dan permintaan maaf resmi disampaikan kepada korban.
Keberadaan nama Makassar di Yaman kini menjadi simbol ironi. Sebuah nama yang identik dengan kota besar Indonesia, justru terkait dengan insiden hukum dan kekerasan di Yaman Selatan.
Warga setempat berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi aparat keamanan. Hak warga harus dihormati, dan pengaruh jabatan tidak boleh digunakan untuk menindas masyarakat biasa.
Dalam perkembangan sosial, kasus ini viral di media sosial Yaman. Banyak warga menggunakan platform digital untuk menyuarakan keprihatinan mereka dan menuntut keadilan.
Kasus ini juga mengingatkan publik akan perlunya reformasi administrasi dan hukum di daerah-daerah seperti Khor Maksar, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Beberapa pakar hukum menekankan bahwa insiden ini adalah bentuk pelanggaran HAM. Kekerasan terhadap warga lansia yang mempertahankan haknya harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah lokal dan nasional.
Di sisi lain, masyarakat internasional memperhatikan perkembangan ini. Laporan media lokal dan video yang beredar menunjukkan pentingnya transparansi dan perlindungan hak warga di wilayah konflik.
Warga berharap pemerintah Aden segera bertindak tegas. Keadilan harus ditegakkan tidak hanya untuk Fadl Ahmad, tetapi juga sebagai preseden bagi perlindungan hak properti dan keselamatan warga di seluruh Yaman.
Selain aspek hukum, kasus ini juga mencerminkan tantangan keamanan di Khor Maksar. Pengaruh pejabat yang besar, dikombinasikan dengan lemahnya penegakan hukum, dapat mengancam ketertiban dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan demikian, nama Makassar di Yaman kini tidak hanya menjadi lokasi geografis, tetapi juga simbol perjuangan warga dalam menghadapi penyalahgunaan kekuasaan, serta kebutuhan akan sistem hukum yang adil dan transparan.
Makassar di Yaman, Rumah Warga Diserang Petugas
Reviewed by peace
on
2:26 PM
Rating:





