Kontroversi Pembentukan Negara Bagian Guban: Suara Terbelah dari Awdal

Sebuah cuitan di platform X yang diposting oleh pengguna @islaanTooLate telah memicu diskusi sengit tentang masa depan wilayah Awdal di Somalia. 

Cuitan tersebut, yang disertai peta wilayah Awdalstate Somalia lengkap dengan bendera, menyoroti kekecewaan masyarakat Reer Awdal terhadap agenda Negara Bagian Guban. 

Menurut penulis cuitan, Guban hanya mewakili klan Cisse, sementara pemerintah federal Somalia (FGS) tidak bisa menunggu kemajuan Awdal karena pemimpin Gadabuursi dianggap penuh dengan "horgals" atau pemimpin yang lamban. 

Dia menyerukan dukungan sementara terhadap Guban untuk membebaskan Awdal dari Somaliland (SL).

Dalam cuitan utama, Mujahid menekankan urgensi tindakan. Dia menyatakan bahwa tidak ada waktu untuk menyempurnakan segalanya, dan Somalia harus bertindak sekarang. Hanya klan Cisse yang siap menghadapi Somaliland secara langsung, sementara Gadabuursi dianggap menunda-nunda karena pemimpin mereka yang menghalangi.

Guban digambarkan sebagai "draf kasar", dengan Awdal sebagai tujuan akhir yang mencakup kedua klan.Diskusi di kolom komentar mencerminkan polarisasi yang dalam. 

Seorang pengguna, Abdulah dari @Abdulah_AWL253, menolak narasi tersebut sebagai omong kosong. Dia menegaskan bahwa komunitas Issa juga tidak merasa terwakili dalam proyek Awdal, dan menuduh Mujahid hanya mengatakan hal-hal yang menguntungkan dirinya sendiri. Ini menunjukkan ketidakpuasan lintas klan terhadap pendekatan yang diusulkan.

Mujahid membalas dengan menyatakan oposisinya terhadap federalisme secara keseluruhan, karena dianggap menyebabkan terlalu banyak konflik klan.

Namun, jika negara bagian harus dibentuk di wilayah Awdal untuk menentang SL, maka itu harus untuk kedua klan Cisse dan Gadabuursi. Persatuan di Awdal disebut sebagai hal yang paling utama.

Latar belakang wilayah Awdal adalah bagian dari Somaliland yang memproklamirkan kemerdekaannya dari Somalia pada 1991, tetapi tidak diakui secara internasional. Awdal, dengan ibu kota Borama, mayoritas dihuni oleh klan Gadabuursi, sementara klan Issa (Cisse) dominan di daerah pesisir.

Gerakan Awdal State Movement telah lama mendorong otonomi lebih besar dalam kerangka Somalia federal.

Guban sendiri merujuk pada dataran pantai gersang di barat laut Somalia, yang kini menjadi nama negara bagian baru yang dideklarasikan pada Januari 2026. 

Deklarasi ini mencakup lebih dari setengah wilayah yang dikendalikan Somaliland, dan dianggap sebagai tantangan langsung terhadap otoritas Hargeisa. Ini adalah negara bagian federal ketujuh Somalia setelah Northeastern State.

Sebuah komentar dari @Ahmed_Abdlahi menyoroti protes diaspora Djibouti di Eropa terhadap Presiden Ismail Omar Guelleh, yang dituduh memprovokasi kekerasan di Somaliland dan memerintah dengan tangan besi selama 27 tahun.

Mereka menyerukan akhir dari kekuasaan opresif dan memilih perdamaian dengan tetangga.Pengguna @rashiido22 menolak keras ide somalinimo, menyebutnya sebagai penipuan, dan menantang siapa pun untuk mencoba dan melihat apakah berhasil. Ini mencerminkan sentimen anti-persatuan dari sebagian pendukung Somaliland.

Mayor General Wiil Waal dari @Omarawi144802 mendukung Guban untuk saat ini, dan mengatakan bahwa sekali Awdal terbentuk, mereka bisa bersatu di bawah nama baru. Dukungan tak tergoyahkan diberikan dari Somalia dan Djibouti.

@Theoneijweor menuduh Mujahid tidak peduli pada Awdal tapi hanya pada SL, menunjukkan kurangnya pengetahuan tentang wilayah tersebut, dan menyuruhnya pergi ke Xamar (Mogadishu).

@B6098Bandey menyatakan bahwa penduduk Guban adalah Samroon (Gadabuursi), menekankan komposisi demografis yang dominan.

@Maciinmohamout mengejek orang dari negara gagal yang mengadvokasi isu yang tidak menyangkut mereka sendiri, sambil menertawakan kegagalan mereka di segala arah.

@Odeweyne menganggap Mujahid tidak paham apa-apa tentang wilayah itu, dan secara sarkastis memanggilnya "Mujahid Somalilander" sambil berterima kasih di muka.

@Namingitall menyebut situasi ini sebagai pertunjukan buruk, karena Ciise adalah minoritas di Awdal dan punya negara sendiri (Djibouti). Dia memperingatkan agar tidak membuat Gadabuursi marah, karena banyak yang pro-persatuan tapi melihat diri mereka seperti pengaturan Hawiye/Darood di Somaliland.

@Djibwarrior menanyakan mengapa kedua klan tidak bisa hidup bersama dan menghancurkan SNM (Somaliland National Movement) bersama. Musuh utama disebut sebagai Issaq.

@Abdimohamed99 memperingatkan bahwa kartel di Mogadishu telah mencoba setiap suku untuk melawan Somaliland, dan sekarang giliran Issa. Jika mereka jatuh pada janji negara gagal, mereka akan menjadi garis depan, dan Somaliland juga hadir di Ethiopia.

@Rashiido22 mengajak untuk membagi "bahasha" (mungkin merujuk pada sumber daya) hingga Djibouti, sambil memanggil "Idoorow".

@Jesusmoses1992 setuju bahwa somalinimo adalah penipuan. @Faqashsmasher memposting gif tanpa teks, mungkin menunjukkan ejekan atau ketidakpedulian.

@Abdi33491291270 bertanya mengapa tidak membantu Somalia di bawah organisasi mafia, di mana ada pasukan EU, AOU, dan UN, bukannya campur tangan di wilayah yang damai dengan pemerintahan dan aturan hukum.

@Hassan1838029 setuju sepenuhnya, karena Jabhadan SNM harus dikalahkan oleh Gadabuursi dan Ciise bersama. @Finallygbd mengusulkan negara bagian untuk setiap qabiil (klan), seperti Guban, Awdal, Wagooyi Galbeed, dan Waqooyi Bari. @Farahmj menyatakan tidak ada yang tertarik dengan mimpi basah Mujahid.

@Sahal213 menuduh seseorang berbohong tentang kematian Samaroon untuk Somalia, dan menanyakan di mana Ciise saat melawan Iidoor.

@AhmedShCismaan senang dengan pembagian, karena Somalians akan saling bertarung untuk negara palsu, sementara Somalilanders menikmati kemajuan.

@Ismayl_fx mengatakan "Wad Soo daahdeen daahane hortii dafane ayaa jooga", mungkin peribahasa Somali tentang keterlambatan.

@Shakur_kase menyuruh Mujahid untuk "suck a dick", menunjukkan penolakan kasar. @Muslimwarrior20 membalas bahwa dia adalah Darood, bukan dari klan lokal, dan tidak berpikir dari lensa klan. @Muslimwarrior20 menegaskan bahwa Isaaqland tidak mengontrol Awdal, dan Saylac serta Lughaya adalah tanah Samaroon, sementara Ciise selalu membantu Isaaqland.

@Mohamedhaji84 setuju bahwa Samaron tidak membawa apa-apa. @HamseTweets
 memanggil Mujahid sebagai badut. @Goobjoognews menyebut Cisse punya negara sendiri, dan Awdal dengan inklusi adalah solusi lebih baik.

@Spectator838399 mengkritik konflik suku sebagai bodoh, karena Eesa tidak punya kota besar di Awdal dan lebih nomaden. @Filsanfilsan
 memposting gif "Kaalay sii", mungkin ajakan untuk melanjutkan.

@Goobjoognews lagi, menyebut pendekatan Mujahid masuk akal.@Spectator838399 mengkritik keserakahan Eesa yang punya kekuasaan di Djibouti meski minoritas.

@Abdulah_AWL253 memposting gambar dengan "us", mungkin menyoroti identitas. @Saad_Holleh mengatakan mereka tidak peduli pada Issa, tapi didorong kebencian terhadap Issaq, dan tidak boleh digunakan karena IQ lebih tinggi.

Implikasi dari diskusi ini menunjukkan potensi konflik lebih lanjut di wilayah Awdal, di mana aspirasi otonomi bertabrakan dengan loyalitas klan dan geopolitik regional melibatkan Somalia, Somaliland, dan Djibouti. Meski begitu, suara persatuan tetap ada di tengah polarisasi.


Kontroversi Pembentukan Negara Bagian Guban: Suara Terbelah dari Awdal Kontroversi Pembentukan Negara Bagian Guban: Suara Terbelah dari Awdal Reviewed by peace on 12:31 AM Rating: 5

carousel